Serentak Merespon COVID 19

Drs. Anselmus Joko Prayitno, M.Hum memaparkan perubahan agenda akademik selama wabah COVID 19

Senin, 16 Maret 2020 seluruh mahasiswa bersama dengan para wakil ketua STPKat mengadakan sosialisasi tentang wabah COVID 19. Kegiatan ini berlangsung di Aula Biru atau Student Hall Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi. Menanggapi wabah COVID 19 STPKat mengeluarkan beberapa kebijakan akademik, salah satunya adalah ‘Kuliah Online’ yang mana mahasiswa selama beberapa waktu tetap bisa belajar meski tanpa hadir di kampus.

F.X. Sugiyana, Pr., M.Hum bersama dengan mahasiswa STPKat dalam kegiatan sosialisasi Kebijakan Akademik & COVID 19

Kebijakan Akademik diambil karena pertimbangan kesehatan bagi seluruh civitas akademika oleh sebab itu perlu dilakukan pembatasan interaksi dalam jumlah besar. Kebijakan ‘Kuliah Online’ menjadi alternatif kegiatan belajar mengajar di kelas, alasan utama dilaksanakan kebijakan ini karena Kuliah Online memiliki peran memutus penularan COVID 19 yang mana membatasi interaksi langsung antara mahasisa dan seluruh civitas akademika.

Ketua STPKat St. Fransiskus Assisi – Fransisca Romana Wuriningsih, S.Pd, Msc., Ed. mengajak seluruh mahasiswa untuk disiplin menjaga kesehatan.

Melalui kebijakan akademik yang telah dikeluarkan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk turut berpartisipasi melawan COVID 19 dan mengoptimalkan pembelajaran online sekaligus. Suster Bertha sebagai ketua STPKat mengajak seluruh mahasiswa selalu waspada. Waktu yang digunakan untuk kuliah online jangan dijadikan kesempatan jalan-jalan karena memang bukan liburan. Mahasiswa kini memiliki tugas yang tidak kalah mudah dibanding waktu-waktu sebelumnya yaitu; tetap belajar -meski secara online- dan berhati-hati saat bepergian, secara khusus dalam menjaga kesehata tubuh.

Bertepatan dengan masa prapaskah ini wabah COVID 19 menantang seluruh civitas akademika STPKat untuk tetap teguh dalam pengharapan, menyangkal diri, dan tetap berusaha dalam situasi paling berat sekalipun. Maka pengalaman ini bisa menjadi semakin mengakar dalam diri sebagai pengalaman iman untuk memupuk pengharapan akan keselamatan yang diwartakan Yesus Kristus.

Mari berjuang dan Jaga kesehatan,
Tuhan memberkati kita.