Pada Kamis, 24 April 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pendampingan Iman Remaja dalam rangka Rekoleksi Paskah di SMKN 8 Semarang, dengan mengusung tema “Rise Up Hope and Love”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Serbaguna SMKN 8 Semarang dan diikuti oleh 75 siswa dari kelas X hingga XII yang beragama Katolik dan Kristen.
Sesi “Mengenal Jati Diri Dalam Tuhan” adalah salah satu sesi utama dalam koleksi ini, yang dirancang untuk membantu peserta mengenali kekuatan dan kelemahan mereka dalam terang kasih Allah. Dengan bimbingan langsung dari Bapak Gregorius Daru Wijoyoko, S.S., M.Si., dosen pembimbing, enam mahasiswa pendamping dari Program Studi Pendidikan Agama Katolik Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Asisi Semarang, mengawasi kegiatan tersebut.

Kegiatan dirancang secara interaktif dan dilaksanakan dengan berbagai cara. Ini termasuk pembacaan Kitab Suci bergiliran, pemutaran film dokumenter, diskusi kelompok kecil, ice breaking, dan presentasi hasil refleksi. Para peserta dikelompokkan menjadi sepuluh kelompok kecil untuk mendalami refleksi mengenai kekuatan dan kelemahan diri mereka, serta diajak untuk mengaitkan pengalaman hidup dengan nilai-nilai iman Kristiani. Penilaian terhadap hasil diskusi dilakukan oleh tim juri berdasarkan aspek isi, penyampaian, kerjasama, ketepatan waktu, respon, kekompakkan, dan rasa percaya diri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pendekatan Formasi Iman Berjenjang Berkelanjutan, yang menekankan pengembangan sikap iman yang aktif, pemikiran kritis, dan pengalaman pribadi. Diharapkan melalui suasana yang dinamis dan terlibat, para peserta akan belajar lebih banyak tentang siapa mereka sebagai orang yang dikasihi Allah. Mereka juga akan termotivasi untuk membangun kehidupan yang didasarkan pada harapan dan kasih Kristus. Kegiatan ini berjalan dengan sukses dan meninggalkan kesan positif bagi peserta dan pendamping, meskipun ada beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dan keterlibatan peserta yang tidak merata. Selain itu, acara ini memberikan refleksi penting bahwa pengembangan pendampingan iman remaja harus terus dilakukan dengan pendekatan yang inovatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman nyata. Dengan cara ini, mereka akan dapat memenuhi kebutuhan pembinaan iman generasi muda di tengah tantangan zaman.
(Naskah: Felis, Marcel, Melan, Dika, Veni, Yosita)


