Malang, 28–29 November 2025 — Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Asisi Semarang mengikuti Konferensi Teologi Mahasiswa yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana Malang. Konferensi yang mengangkat tema “Ekoteologi: Iman, Bumi, dan Masa Depan Bersama” ini menjadi ruang refleksi dan dialog teologis bagi mahasiswa teologi dalam menanggapi krisis ekologis yang semakin nyata.
STPKat mengutus delapan mahasiswa sebagai perwakilan, yaitu Agnes, Marcel, dan Vera (Semester 5), Cornel, Nesi, dan Perdi (Semester 3), serta Andreas dan Sarah (Semester 1). Para mahasiswa didampingi oleh Dr. Nerita Setiyaningtiyas, S.Pd., M.Pd., dosen STPKat, yang sekaligus berperan sebagai narasumber dalam rangkaian konferensi.
Konferensi ini diikuti oleh mahasiswa teologi dari berbagai perguruan tinggi, antara lain STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang, STFT Widya Sasana Malang sebagai tuan rumah, Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang, Institutum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI), STKIP Widya Yuwana Madiun, serta Universitas Sanata Dharma. Kehadiran berbagai institusi ini mencerminkan semangat kolaborasi dan jejaring akademik lintas lembaga dalam pengembangan teologi yang kontekstual dan relevan.

Kegiatan konferensi berlangsung selama dua hari dan diawali dengan Misa Pembukaan, dilanjutkan dengan sesi-sesi akademik yang membahas krisis ekologis sebagai krisis relasional antara manusia, alam, dan Allah; dasar biblis serta tradisi Gereja dalam ekoteologi; serta pendekatan ekoteologi kontekstual dalam pendidikan iman. Melalui pemaparan materi dan diskusi kelompok, para peserta diajak melihat persoalan ekologis secara komprehensif sebagai persoalan iman, keadilan sosial, dan tanggung jawab bersama.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada workshop metodologi penelitian teologi. Dalam sesi ini, Dr. Nerita Setiyaningtiyas memfasilitasi peserta untuk menemukan pertanyaan teologis yang berangkat dari realitas hidup umat. Peserta dilatih menyusun mini proposal penelitian teologi serta mempraktikkan teknik pengumpulan dan analisis data sebagai dasar refleksi teologis yang kontekstual dan aplikatif.
Selain pendalaman akademik, konferensi ini juga menjadi ruang perjumpaan dan penguatan jejaring antar mahasiswa teologi melalui sesi Jaringan Teolog Muda Katolik Indonesia (JTMKT) yang membahas peran teolog muda dalam Gereja yang sinodal, berjalan bersama dan berteologi bersama. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan deklarasi bersama dan Ibadat Vesper sebagai peneguhan komitmen iman dan tanggung jawab ekologis.
Melalui keikutsertaan dalam konferensi ini, diharapkan mahasiswa STPKat semakin diperkaya dalam wawasan teologis, kepekaan ekologis, serta kesiapan untuk menghidupi dan mewartakan iman yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi sebagai rumah bersama.

Setelah seluruh rangkaian konferensi selesai, mahasiswa STPKat mengikuti perayaan Ekaristi di Katedral. Misa ini menjadi momen penutup yang penuh makna, tempat kami mahasiswa STPKat bersyukur atas pengalaman konferensi yang telah dijalani sekaligus beristirahat sejenak secara rohani setelah hari-hari yang padat dengan kegiatan akademik dan diskusi.
Setelah misa di Katedral, rombongan kami melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan ke beberapa seminari. Kunjungan pertama dilakukan ke Seminari Giovani, khususnya mahasiswa STPKat yang belum pulang setelah rangkaian kegiatan konferensi di STFT Widya Sasana Malang kami mahasiswa STPKat mengunjungi beberapa tempat sambil belajar. Dimana pada kunjungan kami ke beberapa seminari kami dapat melihat secara langsung suasana kehidupan seminari serta penjelasan langsung dari romo pendamping seminari tentang proses pembinaan yang dijalani para frater sebagai calon imam.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Seminari SMM. Di tempat ini, kami mahasiswa STPKat berkunjung sekaligus belajar teologi Bunda Maria serta juga history tokoh Monfort, Yesus, dan Bunda Maria bersama Romo Gregorius Pasi yang menjadi narasumber inspirasi kami sebagai pelajar studi keagamaan katolik. Melalui penjelasan dan dialog yang hangat, kami diajak untuk semakin memahami peran Bunda Maria, tokoh Monfort dan Yesus dalam iman Gereja, sehingga kunjungan ini tidak hanya menambah pengetahuan teologis, tetapi juga memperkaya pengalaman rohani dan menjadi inspirasi yang bermakna.
Penulis :
Marsiana Nesi, Stepanus Perdi dan Cornelius Krisna Wibowo
Penyunting :
Robertus Panca Aditya, S.Kom
Kontak Media:
Humas STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang
Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang
Email: humas@stpkat-sfa.ac.id | Telepon: 089673366980


