Pekan Olahraga Hannung ke-II (PORHAN Ke-II) menjadi salah satu momentum penting bagi Anggota Racana Fransiskus Asisi pangkalan STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang. Untuk menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, solidaritas, dan ketangguhan diri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa pengembangan diri juga tumbuh dari pengalaman berkompetisi, bekerja sama, dan menjaga semangat kebersamaan di tengah dinamika perlombaan.
Kegiatan PORHAN Ke-II mengusung tema “Sinergi Pramuka Penegak dan Pandega Kota Semarang dalam Semangat Sportivitas dan Kebersamaan”. PORHAN Ke-II dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 07.00–16.00 WIB di Universitas IVET Semarang. Dalam kegiatan tersebut, Racana Fransiskus Asisi pangkalan STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang mengirim satu kontingen yang terdiri dari 30 peserta, mencakup atlet dari berbagai cabang lomba serta tim suporter yang memberikan dukungan moral selama pertandingan berlangsung.
Partisipasi kontingen Racana Fransiskus terlihat dalam beberapa cabang, yakni bola voli, Mobile Legend, balap karung, Playstation, catur, dan badminton. Dari seluruh cabang yang diikuti, tim voli mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan, sedangkan tim Mobile Legend meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Pada cabang Playstation, kontingen memperoleh satu kemenangan dan satu kekalahan, sementara balap karung, catur, dan badminton belum berhasil melaju lebih jauh karena harus terhenti pada fase awal pertandingan.
Walaupun hasil yang diperoleh belum sepenuhnya maksimal, pengalaman mengikuti PORHAN Ke-II memberikan pelajaran yang sangat berharga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis para atlet, tetapi juga oleh semangat kolektif, koordinasi tim, dan dukungan dari para suporter. Kehadiran suporter terbukti memberi pengaruh positif terhadap kondisi mental para pemain sehingga mereka tetap bersemangat dalam menjalani setiap pertandingan.
Dari hasil evaluasi kegiatan, tampak bahwa cabang beregu dan e-sports memiliki koordinasi yang cukup baik sehingga mampu menghasilkan kemenangan dalam beberapa pertandingan. Sebaliknya, cabang olahraga individu dan fisik masih membutuhkan peningkatan, terutama dalam hal latihan rutin, strategi teknis, serta kesiapan mental dan fisik sebelum perlombaan dimulai. Evaluasi ini menjadi bahan refleksi penting agar keikutsertaan pada ajang serupa di masa mendatang dapat dipersiapkan dengan lebih matang.
Selain sebagai ajang kompetisi, PORHAN Ke-II juga memperlihatkan nilai penting sportivitas dalam kehidupan mahasiswa. Dalam suasana pertandingan, mahasiswa belajar menerima kemenangan dengan rendah hati dan menghadapi kekalahan dengan jiwa besar. Nilai-nilai seperti inilah yang menjadikan kegiatan kemahasiswaan dan kepramukaan relevan sebagai sarana pendidikan karakter yang nyata.
Ke depan, diperlukan proses seleksi bakat yang lebih terarah dan program latihan yang dilakukan jauh hari sebelum perlombaan. Pemusatan latihan atau training center dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan peserta, terutama pada cabang olahraga individu yang memerlukan penguasaan teknik dan konsistensi latihan.
Dengan persiapan yang lebih baik, PORHAN bukan hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan yang melahirkan mahasiswa yang disiplin, tangguh, sportif, dan siap bekerja sama.
Melalui PORHAN Ke-II, Racana Fransiskus menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam setiap proses pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah, melainkan tentang keberanian untuk terlibat, kesediaan untuk bertumbuh, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri demi kualitas organisasi dan pribadi yang lebih baik.
Penulis :
Yosep Tri Martiono
Penyunting :
Robertus Panca Aditya, S.Kom
Kontak Media:
Humas STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang
Jl. Ronggowarsito No. 8, Semarang
Email: humas@stpkat-sfa.ac.id | Telepon: 089673366980


