SEMARANG, 29 Juni 2025 — Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Katolik (STPKat) Santo Fransiskus Asisi Semarang ambil bagian dalam perayaan 85 Tahun Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang mengusung tema “Bersama Berziarah, Berbagi Berkah.” Selain hadir sebagai peserta, mahasiswa STPKat juga ambil bagian sebagai panitia dalam perayaan yang dipusatkan di Stadion Jatidiri, Semarang, dan dihadiri lebih dari 18.000 umat dari seluruh wilayah KAS.
Ketua STPKat, Dr. Hartutik, turut hadir dalam perayaan akbar tersebut bersama para dosen, mendampingi mahasiswa yang ikut serta dalam barisan peserta dan panitia. “Ini adalah momen berharga di mana seluruh komunitas STPKat dapat mengalami dan sekaligus mengambil bagian dalam dinamika Gereja lokal secara langsung,” ujar Dr. Hartutik.
Kehadiran STPKat dalam perayaan ini menjadi wujud nyata dari formasi yang menekankan pengalaman langsung dalam kehidupan menggereja. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami Gereja secara konseptual, tetapi juga mengalami dan menjadi bagian dari tubuh Gereja yang hidup dan dinamis.

Melalui keikutsertaan dalam perayaan ini, STPKat Santo Fransiskus Asisi menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama Gereja dan membentuk generasi pelayan pastoral yang solider, transformatif, dan berakar kuat pada spiritualitas pelayanan.
Berbagi Berkah: Dari Gereja untuk Dunia
Gereja bukanlah bangunan statis, melainkan komunitas yang berjalan, bertumbuh, dan bersaksi di tengah zaman,” ujar Mgr. Rubiyatmoko. Umat diundang untuk berjalan bersama (persekutuan), ambil bagian secara aktif (partisipasi), dan mewujudkan imannya dalam dunia (misi).
Momentum 85 tahun KAS juga diintegrasikan dengan Tahun Yubileum 2025 yang diusung oleh Paus Fransiskus dengan tema Peregrinantes in Spem atau Peziarahan dalam Pengharapan. KAS melihat ini sebagai panggilan untuk seluruh umat dari usia dini hingga lanjut usia untuk terus melangkah dalam iman yang hidup, penuh harapan, dan saling menguatkan.
Tidak hanya berziarah, perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali perutusan Gereja untuk membawa berkah- karunia Tuhan yang mendatangkan damai, sukacita, dan kehidupan yang utuh. Berkah bukan dimaknai secara duniawi seperti kemakmuran atau kekuasaan, melainkan sebagai iman yang teguh, pengharapan yang tangguh, dan kasih yang nyata di tengah umat dan masyarakat.
Diharapkan melalui HUT ini, KAS telah dan akan terus menjadi berkat, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas. Sukacita iman ini diharapkan membawa dampak ad-intra (bagi Gereja) sekaligus ad-extra (bagi bangsa Indonesia dan dunia).
Mahasiswa STPKat dalam HUT ke-85 KAS: momen formasi iman yang nyata
Dalam perayaan akbar 85 tahun Keuskupan Agung Semarang tersebut, mahasiswa STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang mendapat kepercayaan untuk menjadi volunteer. Mereka bertugas di berbagai bidang, seperti tata tertib dan penyediaan konsumsi, demi kelancaran acara.
“Kami merasa bangga dipercaya untuk ambil bagian dalam acara besar Gereja ini. Ini bukan hanya soal kerja teknis, tapi bentuk nyata belajar berbagi dalam pelayanan iman,” cerita Ketua BEM STPKat, Mas Andika.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi para mahasiswa STPKat, terutama dalam memaknai pelayanan sebagai bentuk perwujudan kasih dan tanggung jawab. “Kami sadar, melayani umat bukan hanya soal membantu acara berjalan lancar, tapi juga menghadirkan wajah Gereja yang ramah, sabar, dan solider,” tutup Andika.
Keterlibatan para mahasiswa STPKat dalam perayaan 85 Tahun Keuskupan Agung Semarang menjadi kesempatan nyata untuk belajar dan mengalami Gereja sebagai komunitas yang berjalan bersama, sebagaimana diungkapkan dalam tema “Bersama Berziarah Berbagi Berkah.”
Dalam semangat ziarah yang tak pernah usai, para mahasiswa ini turut melangkah bersama Gereja Lokal menuju perjalanan yang lebih dalam dan lebih luas, menjadi bagian dari komitmen Keuskupan Agung Semarang untuk terus menghadirkan berkat dan harapan di tengah dunia yang terus berubah.
Perayaan ini menjadi ziarah iman bukan hanya bagi umat, tapi juga bagi para volunteer muda yang sedang dipersiapkan menjadi pelayan Gereja masa depan.


